Terungkap Kisah Tragis Bulan Madu Putri Diana, Berujung Hancurkan Barang Raja Charles III

Gaya Hidup oleh Waktu baca 3 menit 2x dilihat
Terungkap Kisah Tragis Bulan Madu Putri Diana, Berujung Hancurkan Barang Raja Charles III

Bagikan Postingan

Jakarta -

Kisah rumah tangga Putri Diana dan Raja Charles III menyimpan berbagai cerita yang menjadi sorotan, termasuk perjalanan cinta mereka setelah resmi menikah.

Di balik kemegahan pernikahan Kerajaan Inggris, hubungan keduanya ternyata menghadapi sejumlah persoalan sejak awal, Bunda.

Setelah menggelar pernikahan pada 29 Juli 1981, Diana dan Charles menghabiskan bulan madu selama 12 hari dengan berlayar menggunakan kapal pesiar kerajaan Britannia. Perjalanan ini membawa mereka mengunjungi sejumlah destinasi, mulai dari Tunisia, Aljazair, Sisilia, Kepulauan Yunani, Mesir, hingga Skotlandia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, momen yang seharusnya menjadi awal manis kehidupan sebagai pasangan suami-istri itu justru diwarnai dengan ketegangan.

Pengalaman selama bulan madu tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan pernikahan mereka yang kemudian dikenal penuh lika-liku.

Kisah tragis perjalanan bulan madu Putri Diana dan Raja Charles III

Dilansir InStyle, menurut penulis kerajaan Penny Junor, yang menulis biografi The Duchess tentang Camilla Parker Bowles, Charles mengemas beberapa novel dan perlengkapan seni untuk bulan madu.

“Ia membawa serta cat airnya, beberapa kanvas, dan setumpuk buku karya mistikus dan penulis Afrikaner Laurens van der Post, yang ia harapkan dapat dibaca bersama Diana dan kemudian didiskusikan di malam hari,” tulis Junor.

Namun, Junor menambahkan bahwa Diana bukanlah sosok yang gemar membaca. Ia disebut menderita disleksia, merasa kesulitan dalam mengeja, menyusun kata dan huruf, Bunda.

“Ia membenci buku-buku (Charles) yang menyebalkan dan tersinggung karena Charles lebih suka menenggelamkan kepalanya di salah satu buku itu daripada duduk dan berbicara dengannya,” ujar Junor.

“Ia juga kesal karena Charles duduk berjam-jam di depan kanvasnya, dan mereka sering bertengkar hebat,” sambungnya.

Suatu hari, ketika Charles sedang melukis di dek beranda Britannia, dia pergi untuk melihat sesuatu selama setengah jam. Namun, ketika kembali, ia mendapati istrinya telah menghancurkan lukisan dan semua perlengkapannya.

Diana, yang saat itu berusia 20 tahun, menulis dalam sebuah surat kepada mantan pengurus rumah tangga keluarganya, Maud Pendrey, bahwa bulan madu itu menjadi waktu yang indah, tetapi kemudian berbicara tentang kekacauan yang telah terjadi.

Beberapa waktu kemudian, Diana mengakui bahwa bulan madu mereka tidak sempurna, mengungkap bahwa mantan pacar Charles, yang kini menjadi istrinya, Camilla, adalah sumber perselisihan utama di antara mereka selama perjalanan tersebut.

“Saat bulan madu kami, kancing manset tiba di pergelangan tangannya. Dua huruf C terjalin. Salah satu dari huruf kami tahu persis. Jadi, saya berkata, ‘Camilla memberimu itu, kan?’ Dia berkata, ‘Ya, lalu apa salahnya?’ Itu hadiah dari seorang teman,” ungkap Diana.

Tentu saja, hal tersebut membuat Diana merasa sangat cemburu. Selain kancing manset, Diana juga menemukan sebuah gelang yang rencananya akan diberikan sang mantan suami kepada Camilla, dua hari sebelum pernikahan mereka.

Diana mengatakan kepada Morton bahwa selama bulan madu mereka, dia bermimpi tentang Camilla dan terobsesi dengan hubungan Camilla dan Charles.

Pasangan itu kemudian akhirnya memutuskan untuk berpisah pada 1992 dan menyelesaikan perceraian mereka pada 1996, satu tahun sebelum peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa Diana.

Charles, yang menjabat sebagai raja menggantikan mendiang ibunda Ratu Elizabeth, akhirnya menikahi Camilla pada 2005, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Artikel Lainnya Gaya Hidup
↑